Sudah hampir lima tahun, wanita ini tidak pernah membeli baju baru

Baju bekas mungkin sering terdengar kalah keren dibanding dengan yang baru. Tapi faktanya dalam beberapa tahun belakangan, tidak sedikit dari masyarakat yang mulai suka membeli baju bekas.

Hal tersebut bisa terlihat dari meningkatnya budaya thrifting yang terjadi di hampir seluruh dunia. Bukan hanya pria, wanita juga mulai gemar membeli baju bekas. Salah satunya Becky McMitchell yang sudah hampir lima tahu tidak pernah membeli baju baru. Bahkan dihari pernikahannya, dia juga memilih mengenakan baju bekas.

Dianggap gila karena pakai baju bekas di hari pernikahan

Selama ini Becky biasa membeli baju bekas dari eBay ataupun dari hasil penelusuran di pasar dan toko amal. Salah satunya adalah gaun pengantin yang di dapat dari toko amal.

Bahkan bukan hanya itu, dia juga memilih menggunakan kalung mutiara bekas pada hari bersejarahnya itu. “Orang pikir aku gila karena memilih baju pengantin bekas yang dibeli di toko amal. Tapi buat aku ini lebih dari cukup,” tuturnya

Bahkan perhiasanku juga bekas, Mutiaraku adalah bekas milik ibu. Sementara cincin nikahku adalah milik nenek dan cicin tunanganku adalah bekas neneknya,” lanjut suami Becky.

Ini alasan Becky memilih barang bekas

Ternyata bukan tanpa alasan Becky suka berburu barang bekas. Pasalnya dari hasil penelusuran selama ini, dia sudah mendapatkan banyak barang bagus dengan harga terjangkau. Sebut saja ikat pinggang dari Escada yang harga aslinya bisa mencapai 5 juta, namun dia berhasil membelinya hanya dengan harga sekitar 18ribu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Becky McMitchell (@princess_pea_head)


Selain itu, dia juga pernah mendapatkan jaket kulit dengan harga IDR 60 ribuan dan sepatu kulit Gucci seharga IDR 100 ribuan. Becky menuturkan diluar hal itu, dirinya juga memiliki alasan lain. Adapun keputusan itu berhubungan dengan usahanya terlibat aktif dalam menjaga lingkungan.

Aku merasa malu sekarang bahwa dulu aku membeli baju retail, saat itu aku belum sadar imbas bagi lingkungan,” tutur Becky. Dia menuturkan bahwa pakaian yang tidak terpakai adalah jenis sampah yang sering kali tidak disadari.

Saat ini Becky juga menjelaskan kalau dia tidak ingin mendukung perusahaan yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat di kemudian hari.

 

Sumber: ussfeed.com